Pages

Ads 468x60px

Labels

Senin, 08 Juni 2015

Rasa

Menyukai sesuatu atau seseorang hingga kau ingin selalu menempel kepadanya sama saja dengan berpegang pada keyakinan bahwa sesuatu atau seseorang itu akan memenuhi kebutuhanmu.
Rasa itu akan menjaga agar kita selalu merasa hidup. Rasa itu akan memupuk semangat kita untuk menjaga milik kita atau mengejar keinginan kita. 
Tetapi, kadang-kadang, rasa itu juga menjadikan kita berhenti berkembang, berjalan berputar-putar, dan tidak membawa kita kemana mana.

Teropong kasih sayang

Kesalahan besar bila seseorang menganggap cinta itu buta 
Cinta tidaklah buta 
Ia mempunyai mata 
Yang peka terhadap rasa, 
Yang dapat menembus jiwa 
Mata hati... Itulah jendela perasaan 
Pintu ketulusan... 
Teropong kasih sayang 
Jangan menganggap cinta hanya hasrat semata 
Karena cinta bukanlan nafsu dan bukan keinginan semu. 
Apa artinya cinta bila tiada rasa 
Apa gunanya kasih bila hanya imajinasi 
Jika hati t'lah berbagi 
Bila kesetiaan terhianati 
Ku hanya bisa memilih 
Meninggalkan penantian yg sunyi 
Karena denganmu atau tanpamu 
Ku masih dapat jalani hari.

bisikan hatimu

Bisik hatimu

Malam kelam hiasi suasana sepi
ku yg terhapus oleh waktu
kini harapku pudar saat terlintas bisikmu itu
perih batin teriris sembilu saatku tahu kau tak lagi disampingku
ingin rasanya ku dengar bisik hati kecilmu yg sesungguhnya
namun kini telah terlambat..
Semua telah pudar
hati ini pun telah mati saat ku tau kau ingin melepaskanku
kau seakan tak percaya lagi padaku
kesetiaan mu pun terhempas oleh semua ragu dan ego dalam hatimu
harapku kini jadi sembilu dalam hembusan nafasku
entah apa yg ku rasa saat ini
semua terasa semu bagiku
aku teringat akan semua janjimu saat kita masih bersama
semua itu hanya harapan palsu bagiku
harapan yg tak mungkin ada lagi untukku
meski ku tak sanggup tapi rasa ini tetap bertahan menopang beban yg ku rasa
ku tahu semua ini adalah titipan-Mu yg tak dapat ku hindari
ku ikhlas menjalani semua rasa yg tercipta untukku saat ini
yakin ku tulus dalam hati bahwa ini adalah kuasa-Mu yg tak mungkin bisa aku rubah sendiri

CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI- TIPS PERCAYA DIRI ORANG SUKSES

CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI- TIPS PERCAYA DIRI ORANG SUKSES
  1. Selalu berpikir positif dan jangan berpikir negatif terhadap apa yang ada pada diri anda dan tanamkan keyakinan bahwa anda lebih baik dari apa yang anda pikirkan.
  2. Selalu memberi afirmasi postif kepada diri anda dengan demikian akan merangsang conscious mind (pikiran sadar) dan sub-conscious mind (pikiran bawah sadar) yang mampu meningkatkan keyakinan anda dalam melakukan tindakan
  3. Cari dan temukan lingkungan yang dapat membantu self esteem / percaya diri anda berkembang dengan memperbanyak membaca buku-buku positif ataupun buku tentang motivasi dan bergaullah dengan orang-orang yang positif.
  4. Tentukan arah dan tujuan hidup anda dengan membuat goal-goal kecil yang akan mengantarkan anda mencapai tujuan karena sebuah goal besar merupakan rangkaian dari goal-goal kecil yang anda capai.
  5. Jangan menunda untuk melakukan tindakan karena dengan tindakan akan membuat keyakinan semakin kuat
  6. Sikapilah kegagalan dengan bijaksana karena tidak menjadi masalah seberapa sering anda gagal yang penting seberapa sering anda bangkit dari kegagalan

Minggu, 07 Juni 2015

curahan hati yang terdalam

Del aku makin bersalah ketika mengingat sluruh waktuku yang tersisa untuk memahami sebuah hati yang terluka.
Entah apa yang merasuki pikiran aku untuk tetap peduli sama kamu .Kini aku tak mampu lagi, kini aku tak sanggup lagi untuk menutupi perasaan yang mengelbukan hati aku, aku tak mampu mengatakan cinta karna aku tau kau bukan kemungkinan yg bisa aku cintai. Aku hanya mampu mengatakan. Aku sayang kamu saat ini dan sampe aja menjemputku .

Minggu, 26 April 2015

cerita masa sekolah

Pernah saya lewati masa yang kelam dan hidup ini terasa tiada terkenang.
Saat dulu saya menyendiri,tak ada yang menemani.
Karna dulu waktu saya kecil saya itu anaknya super nakal
jadi kaga ada anak sebaya yang mau deket" saya.
Seiring waktu berlalu saya mencoba merubah sifat saya menjadi pribadi yang lebih baik.
kaga lama Sifat saya yang nakal itu hilang dan banyak teman yang mendekat.
Dari sekian banyak temen saya dari masa SD,SMP,SMA.. Temen SMA lah yg paling seru.

Di masa SMA saya punya teman bermain .
kalo kita udah ngumpul nih, kaga akan abis bahan cerita untuk kita bisa tertawa.
Hahahaha
Kita saling cenk"an,walau ada yang tersinggung tapi kaga ada yang marah karna ini kan cuma bercanda  .
Pernah kita lalui duka bersama,memecahkan masalah bersama,
sampe saling menghina dan tertawa bersama.

Tapi semua itu membuat kita makin solid dalam persahabatan kita.
pernah kita begadang bersama,habiskan malam yg panjang.
dengan seuntai gitar di tangan,kita bernyanyi bersama melepas semua lelah .

Inilah kenangan masa muda kita,bersenang" lah kawan karna masa ini akan kita rindukan dihari nanti saat kita telah hidup masing".
Berjanjilah persahabatan kita untuk selamanya .

Jumat, 13 Maret 2015

tugas softskill pedidikan kewarganegaraan



1
BAB I
PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
A. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan
.Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai
sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan
dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai
hingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan
tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya.
Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh
Bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai–nilai perjuangan
bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Kesamaan
nilai–nilai ini dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan.
Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu
mendorong proses terwujudnya Negara Kesatuan Republik
Indonesia dalam wadah Nusantara.
Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada
kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan
serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan
untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai–
nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus
dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia. Selain itu
nilai–nilai perjuangan bangsa masih relevan dalam memecahkan
setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara serta terbukti keandalannya.
Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut
sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa telah mengalami
penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan antara lain oleh
pengaruh globalisasi.
2
Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga–
lembaga kemasyarakatan internasional, negara–negara maju yang
ikut mengatur percaturan politik, ekonomi, sosial budaya, serta
pertahanan dan keamanan global. Disamping itu, isu global yang
meliputi demokratisasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup
turut pula mempengaruhi keadaan nasional.
Globalisasi juga ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang informasi,
komunikasi, dan transportasi.
Semangat perjuangan bangsa ynag merupakan kekuatan
mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam
masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era globalisasi dan masa
yang akan datang kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai
dengan bidang profesi masing–masing. Perjuangan non fisik ini
memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara
Indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon
cendikiawan pada khususnya, yaitu melalui Pendidikan
Kewarganegaraan.

B. Kompetensi Yang Diharapkan
Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk
menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi
penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan
spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognotif
dan psikomotorik). Generasi penerus melalui pendidikan
kewarganegaraan diharapkan akan mampu mengantisipasi hari
depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks
dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional
serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara
3
dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak
yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu
diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk
menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta
perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa,
wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para
mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga negara Republik
Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi serta seni.
Berkaitan dengan pengembangan nilai, sikap, dan
kepribadian diperlukan pembekalan kepada peserta didik di
Indonesia yang dilakukan melalui Pendidikan Pancasila,
Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan
Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam kehidupan) yang
disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
(MKPK) dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.
Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela
negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat
merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia
sungguh–sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan
kehidupannya sehari–hari.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan
membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung
jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta
menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai
warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk
kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara
Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa,
dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat,
bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan
dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam
Pembukaan UUD 1945 “.